Pengertian dan Prinsip Komunikasi
Komunikasi
berasal dari kata Latin “communis” yang berarti sama. Harold Lasswell
menggambarkan komunikasi sebagai berikut: Who Says What In Which
Channel To Whom With What Effect? Yang berarti Siapa, Mengatakan Apa,
Dengan Saluran Apa, Dengan Siapa, Dengan Pengaruh Bagaimana.
Dari konsep
Lasswell tersebut, dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah suatu proses
dimana seseorang (komunikator) menyampaikan suatu pesan melalui media tertentu
kepada orang lain (komunikan) dengan harapan adanya suatu efek dari proses
tersebut. Atau digambarkan sebagai berikut: Komunikator – Pesan – Media - Komunikan - Efek
PRINSIP-PRINSIP
KOMUNIKASI
Prinsip-prinsip
komunikasi seperti halnya fungsi dan definisi komunikasi mempunyai uraian yang
beragam sesuai dengan konsep yang dikembangkan oleh masing-masing pakar.
Istilah prinsip oleh William B. Gudykunst disebut asumsi-asumsi komunikasi.
Larry A.Samovar dan Richard E.Porter menyebutnya karakteristik komunikasi.
Deddy Mulyana, Ph.D membuat istilah baru yaitu prinsip-prinsip komunikasi.
Terdapat 12 prinsip komunikasi yang dikatakan sebagai penjabaran lebih jauh
dari definisi dan hakekat komunikasi yaitu :
Prinsip 1 : Komunikasi adalah suatu proses
simbolik
Lambang atau simbol
adalah ssuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu lainnya, berdasarkan
kesepakatan sekelompok orang. Lambang meliputi kata-kata (pesan verbal),
perilaku non-verbal, dan objek yang maknanya disepakati bersama, misalnya
memasang bendera dihalaman rumah untuk menyatakan penghormatan atau kecintaan
kepada negara. Kemampuan manusia menggunakan lambang verbal memungkinkan
perkembangan bahasa dan menangani hubungan antara manusia dan objek ( baik
nyata ataupun abstrak) tanpa kehadiran manusia dan objek tersebut.
Prinsip 2 : Setiap perilaku mempunyai potensi
komunikasi
Setiap orang tidak bebas nilai, pada saat orang
tersebut tidak bermaksud mengkomunikasikan sesuatu, tetapi dimaknai oleh orang
lain maka orang tersebut sudah terlibat dalam proses berkomunikasi. Gerak
tubuh, ekspresi wajah (komunikasi non verbal) seseorang dapat dimaknai oleh
orang lain menjadi suatu stimulus. Kita tidak dapat tidak berkomunikasi (We
cannot not communicate). Tidak berarti bahwa semua perilaku adalah
komuniaksi. Alih-alih, komunikasi terjadi bila seseorang memberi makna pada
perilaku orang lain atau perilakunya sendiri.
Prinsip 3 : Komunikasi punya dimensi isi dan
hubungan
Setiap pesan
komunikasi mempunyai dimensi isi dimana dari dimensi isi tersebut kita bisa memprediksi
dimensi hubungan yang ada diantara pihak-pihak yang melakukan proses
komunikasi. Percakapan diantara dua orang sahabat dan antara dosen dan
mahasiswa di kelas berbeda memiliki dimensi isi yang berbeda.
Prinsip 4 : Komunikasi itu berlangsung dalam
berbagai tingkat kesengajaan
Setiap tindakan
komunikasi yang dilakukan oleh seseorang bisa terjadi mulai dari tingkat
kesengajaan yang rendah artinya tindakan komunikasi yang tidak direncanakan
(apa saja yang akan dikatakan atau apa saja yang akan dilakukan secara rinci
dan detail), sampai pada tindakan komunikasi yang betul-betul disengaja (pihak
komunikan mengharapkan respon dan berharap tujuannya tercapai).
Prinsip 5 : Komunikasi terjadi dalam konteks
ruang dan waktu
Pesan komunikasi yang
dikirimkan oleh pihak komunikan baik secara verbal maupun non-verbal
disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi itu berlangsung, kepada
siapa pesan itu dikirimkan dan kapan komunikasi itu berlangsung.
Prinsip 6 : Komunikasi melibatkan prediksi peserta
komunikasi
Tidak dapat
dibayangkan jika orang melakukan tindakan komunikasi di luar norma yang berlaku
di masyarakat. Jika kita tersenyum maka kita dapat memprediksi bahwa pihak
penerima akan membalas dengan senyuman, jika kita menyapa seseorang maka orang
tersebut akan membalas sapaan kita. Prediksi seperti itu akan membuat seseorang
menjadi tenang dalam melakukan proses komunikasi.
Ketika orang-orang
berkomunikasi, mereka meramalkan efek perilaku komunikasi mereka. Dengan kata
lain, komunikasi juga terikat oleh aturan atau tatakrama. Artinya , orang-orang
memilih strategi tertentu berdasarkan bagaimana orang yang menerima pesan akan
merespons. Prediksi ini tidak selalu disadari dan sering berlangsung cepat.
Kita dapat memprediksi perilaku komunikasi orang lain berdasarkan peran
sosialnya.
Prinsip 7 : Komunikasi itu bersifat sistemik
Dalam diri setiap
orang mengandung sisi internal yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya,
nilai, adat, pengalaman dan pendidikan. Bagaimana seseorang berkomunikasi
dipengaruhi oleh beberapa hal internal tersebut. Sisi internal seperti
lingkungan keluarga dan lingkungan dimana dia bersosialisasi mempengaruhi
bagaimana dia melakukan tindakan komunikasi.
Prinsip 8 : Semakin mirip latar belakang
sosial budaya semakin efektiflah komunikasi
Komunikasi yang efektif
adalah komunikasi yang hasilnya sesuai dengan harapan para pesertanya
(orang-orang yang sedang berkomunikasi). Dalam kenyataannya, tidak pernah ada
dua manusia yang persis sama, meskupun mereka kembar yang dilahirkan dan diasuh
dalam keluarga yangsama, diberi makanan yang sama dan di didik dengan cara yang
sama. Namun adanya kesamaan sekali lagi akan mendorong orang-orang untuk saling
tertarik dan pada gilirannya karena kesamaan tersebut komunikasi mereka menjadi
lebih efektif.
Prinsip 9 : Komunikasi bersifat nonsekuensial
Proses komunikasi
bersifat sirkular dalam arti tidak berlangsung satu arah. Melibatkan respon
atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu diterima dan
dimengerti.
Prinsip 10 : Komunikasi bersifat prosesual,
dinamis dan transaksional
Konsekuensi dari
prinsip bahwa komunikasi adalah sebuah proses adalah komunikasi itu dinamis dan
transaksional. Ada proses saling memberi dan menerima informasi diantara
pihak-pihak yang melakukan komunikasi.
Prinsip 11 : komunikasi bersifat irreversible
Setiap orang yang
melakukan proses komunikasi tidak dapat mengontrol sedemikian rupa terhadap
efek yang ditimbulkan oleh pesan yang dikirimkan. Komunikasi tidak dapat
ditarik kembali, jika seseorang sudah berkata menyakiti orang lain, maka efek
sakit hati tidak akan hilang begitu saja pada diri orang lain tersebut.
Prinsip 12 : Komunikasi bukan panasea untuk
menyelesaikan berbagai masalah
Dalam arti bahwa
komunikasi bukan satu-satunya obat mujarab yang dapat digunakan untuk
menyelesaikan masalah. Banyak persoalan dan konflik antar manusia disebabkan
oleh masaalh komunikasi. Namun komunikasi bukanlah panasea (obat mujrab) untuk
menyelesaikan persoalan atau konflik itu, karena konflik atau persoalan
tersebut mungkin berkaitan denagn masalah struktural.


Komentar
Posting Komentar